• SMA KRISTEN BARANA'
  • "Berkarakter Kristiani, Sehat, Cerdas, Kreatif, Inovatif, Kompetitif, Berorientasi IPTEK dan Berwawasan Global"

TETAP TAAT MESKI GAGAL

Lukas 5:1-11

Tujuan:

1. Agar setiap orang percaya memahami bahwa Tuhan menghendaki ketaatan manusia

2. Agar setiap orang percaya hidup taat di hadapan Tuhan

Bapak ibu, serta saudara-saudari yang terkasih dalam Tuhan, sebelum kita masuk dalam perenungan firman Tuhan pagi ini, saya ingin berbagi sedikit pengalaman pribadi saya.

Saat pertama kali saya masuk sebagai siswa di SMA Kristen Barana’, Ketika saya melewati gerbang sekolah, barang-barang saya langsung diperiksa. Lalu saya menerima sebuah buku tata tertib sekolah. Sesampainya di kamar, setelah saya merapikan semua barang, saya duduk sebentar dan mulai membuka serta membaca isi buku tersebut. Saatsaya membaca halaman demi halaman, saya hanya bisa menghela napas. Ada banyak sekali aturan. Dalam hati saya bertanya, “Apakah saya bisa menaati semua ini?”

 Namun karena saya sudah memilih sekolah ini saya mencoba untuk taat, walaupun awalnya terasa berat.

Dan luar biasanya, setelah beberapa bulan saya menjalani hidup dengan mentaati aturan yang ada, saya baru menyadari: ketaatan itu membentuk saya. Saya menjadi pribadi yang lebih teratur, lebih disiplin, lebih bertanggung jawab. Dan saya percaya, itu semua adalah bagian dari proses Tuhan dalam hidup saya. Hal ini sangat berkaitan dengan firman Tuhan hari ini di Lukas 5:1–11. Kisah ini dimulai saat Yesus berdiri di tepi danau Genesaret. Di situ ada beberapa orang nelayan yang sedang mencuci jala salah satunya adalah Simon. Mereka sudah bekerja sepanjang malam, menjala ikan, tapi tidak mendapatkan apa-apa.

 Aneh bukan? Masa seorang penjala ikan yang sudah berpengalaman, yang sudah tahu waktu dan tempat terbaik untuk menangkap ikan, bisa pulang dengan tangan kosong? Dan sekarang datanglah Yesus, seorang tukang kayu, yang bukan nelayan, malah memberi arahan kepada para nelayan. Secara logika, siapa yang lebih tahu soal menangkap ikan? Tentu Simon, bukan Yesus.

Tapi di sinilah kita belajar sesuatu dari Simon. Ia rendah hati, dia tidak menantang Yesus. Ia tidak berkata, “Tuhan, saya ini lebih tahu soal ikan.” Tapi Simon berkata, “Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.Ketaatan Simon membawa hasil yang luar biasa. Ketika ia menebarkan jala, ia mendapat begitu banyak ikan, sampai jala mereka hampir koyak dan perahu mereka hampir tenggelam karena banyaknya ikan.

Namun yang paling luar biasa adalah sikap Simon. Ia tidak angkuh. Ia tidak berkata, “Lihat, saya berhasil!” Tapi justru ia tersungkur di kaki Yesus dan berkata, “Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini orang berdosa.” Ketaatan tidak hanya membawa mujizat, tapi juga membawa pertobatan dan pengakuan akan siapa Yesus sebenarnya. Ketaatan seperti inilah yang membuka jalan mujizat.

 Saudara-saudari yang terkasih dalam Tuhan terutama kita yang tinggal di lingkungan asrama, hidup di lingkungan asrama tidak lah mudah. Bangun pagi, jauh dari orang tua, harus taat peraturan, harus jaga sikap dan karakter. Kadang terasa berat. Tapi ingatlah, semua itu sedang membentuk kita. Sama seperti buku tata tertib yang pertama kali kita baca saat masuk asrama mungkin terasa kaku dan banyak aturan, tapi setelah dijalani dengan taat, perlahan kita berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Kadang kita juga berada di titik seperti Simon. Kita sudah belajar keras, sudah berdoa, sudah jaga kedisiplinan, tapi tetap saja hasilnya mengecewakan. Mungkin nilaimu di bawah rata-rata, mungkin kamu merasa tidak berkembang. Tapi justru di momen-momen seperti itu, Tuhan hadir untuk menolong kita. Karena ada kalanya kita berada di titik terendah kita, keunggulan yang kita punya tidak bisa kita andalkan. Seperti seorang penyanyi ada kalanya ia tidak bisa bernyanyi, ada kalanya seorang pelajar tidak bisa menjawab ujian dengan baik. Tapi jangan menyerah karena Tuhan punya rencana untuk kita, tugas kita adalah taat.Dengar suara Tuhan dan tebar jala. Hasilnya? Serahkan kepada Tuhan. Kadang Tuhan juga menyuruh kita melakukan hal yang sulit dimengerti:Mengasihi orang yang menyakiti kita, memberi saat kita sendiri kekurangan, minta maaf walau kita tidak salah.

Ketaatan memang bukanlah sesuatu yang mudah, tapi jika kita memiliki niat dan tekad untuk taat, maka Roh Kudus sendirilah yang akan memampukan kita untuk hidup dalam ketaatan, Amin.

 

 

 

 

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
TUHAN ITU KUAT

Mazmur 93:1-5 Tujuan:Mengetahui dan merenungkan kekuatan TUHAN yang lebih kuat. Bapak, Ibu serta saudara-saudariku yang terkasih dalam Yesus Kristus mendengar kata     &nbs

27/05/2025 23:09 - Oleh Humas - Dilihat 518 kali
MENCARI KUNCI KEHIDUPAN

MAZMUR 5:1-11 Tujuan 1. Agar semua orang hidup saling mengasihi   2. Agar semua orang hidup dalam kasih Kristus   Bapak, Ibu, serta saudara-saudari yang terkasih dalamTuh

21/05/2025 04:36 - Oleh Humas - Dilihat 341 kali
KUNCI KERUKUNAN

Mazmur 133:1-3 Tujuan:   1. Untuk memahami cara menerima perbedaan di sekelilingkita sebagai kunci kerukunan dalam setiap aspekkehidupan.     2. Menyadari bahwa

20/05/2025 01:43 - Oleh Humas - Dilihat 499 kali
YESUS PEMIMPIN YANG KEKAL

Daniel 7:13-14 Tujuan: 1. Agar setiap orang dapat mampu menerapkan ajaran yang diperintahkan Tuhan untuk dilakukan 2. Agar setiap orang mampu mengenal lebih dalam akan Tuhan Yesus sa

16/05/2025 05:16 - Oleh Humas - Dilihat 388 kali
KASIH-NYA MENUNTUN DI TENGAH BAYANG MAUT

Mazmur 23:4 Tujuan: 1. Untuk meneguhkan iman bahwa Tuhan, Gembala yang setia selalu ada bagi umat-Nya. 2. Menyadari bahwa kebangkitan Kristus merupakan bukti nyata kegelapan dan maut

09/05/2025 11:54 - Oleh Humas - Dilihat 643 kali